Thursday, December 13, 2018

Pemulihan Pasca Melahirkan

Melahirkan adalah proses fisiologis normal, tapi selama beberapa hari dan minggu setelah kelahiran bayi, tubuh Anda memerlukan waktu untuk pemulihan. Bahkan, bisa memakan waktu satu tahun bagi tubuh Anda benar-benar kembali ke masa sebelum hamil. Walaupun ada beberapa pasangan yang memiliki perbedaan dalam pemulihan setelah persalinan normal versus persalinan caesar, proses pemulihan secara umum berlaku pada kedua jenis persalinan. Beberapa faktor dapat mempengaruhi pemulihan ini, termasuk kesehatan Anda pada umumnya, kondisi gizi, dan tingkat kelelahan atau stres. Yuk Simak bagaimana cara pemulihan pasca melahirkan berikut ini:

1. Bernapaslah secara perlahan dan pijatlah jika rasa sakitnya mengganggu. Jika hal ini tidak membantu, konsumsi obat pereda nyeri yang diresepkan dokter bagi Anda. Ingatlah bahwa rasa sakit ini menunjukkan bahwa involusi dan pemulihan sedang terjadi, dan ini merupakan pertanda bagus.

2. Untuk mencegah infeksi luka episiotomi, gunakan pembalut bersih kurang lebih setiap empat sampai enam jam. Selalu lepas pembalut dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri terbawa dari anus ke vagina. Bersihkan perineum setelah buang air kecil atau bersihkan dengan air hangat di sekitar area tersebut dan tepuk perlahan dengan kain kasa. Ingatlah untuk selalu membilas dari depan ke belakang. Duduk dalam bak mandi hangat (“sitz bath”) atau gunakan kompres hangat untuk membantu pemulihan luka. Melakukan kontak lantai dengan panggul atau senam Kegel akan melancarkan sirkulasi di sekitar area dan membantu proses pemulihan.

3. Ikuti petunjuk yang diberikan rumah sakit untuk perawatan luka bedah caesar. Selalu memakai pakaian yang kering dan bersih.

4. Makan makanan yang sehat untuk mendukung proses pemulihan. Pastikan Anda mendapatkan protein, vitamin, dan banyak cairan

5. Jangan melakukan hubungan seksual sampai lokia telah menghilang dan luka episiotomi telah sembuh; Anda mungkin akan merasa tidak ingin melakukannya saat itu karena rasa sakit dan kelelahan. Tapi dengan memberi perhatian lain akan menunjukkan bahwa Anda masih mencintai pasangan Anda, di samping fakta bahwa energi emosional Anda akan tercurah pada bayi saat ini.
beristirahat! Ini adalah komkilogramen terpenting untuk proses penyembuhan. Cobalah untuk tetap di tempat tidur atau di sofa untuk minggu pertama setelah melahirkan. Jangan banyak melakukan kegiatan terlalu cepat, meskipun Anda mungkin merasa baik-baik saja. Satu-satunya kegiatan yang Anda lakukan adalah hal yang berhubungan dengan perawatan bayi. Biarkan orang lain mengurus rumah, memasak, mencuci, dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Rencanakan agar bantuan ini bisa terlaksana.

6. Tidurlah saat bayi Anda tidur. Karena tidur malam Anda akan banyak diganggu, Anda akan membutuhkan pelampiasan dengan tidur saat siang hari. Anda harus menargetkan seberapa banyak waktu tidur Anda selama 24 jam (walaupun terbagi dalam beberapa waktu) seperti sebelum melahirkan. Pasang penerima pesan pada telkilogram Anda dan pasang tanda “Jangan Ganggu!” pada pintu.

Persiapan Diri Melahirkan Normal

Melahirkan normal tentu menjadi impian setiap wanita hamil, dan hal ini juga disarankan dalam dunia medis, karena banyaknya keuntungan yang didapatkan baik itu pada ibu maupun bayi setelah dilahirkan. Dengan persalinan normal, menjadi salah satu tanda bahwa janin dan ibu mengalami kesehatan yang baik. Melahirkan secara normal juga akan menjadi pengalaman wanita yang tentu tidak akan dilupakan.

Namun memang melahirkan normal menyebabkan rasa sakit, dan hal ini yang menyebabkan rasa khawatir atau takut ketika ibu hamil akan menghadapi proses persalinan normal. Namun anda perlu mengetahui bahwa rasa sakit yang dirasakan ibu satu dengan yang lain akan berbeda-beda. Hal ini disebabkan banyak faktor, mulai dari pengalaman melahirkan, ukuran dan berat badan janin, dukungan (suami, keluarga), teknik persalinan, bahkan dari tenaga medis yang menolong proses persalinan anda.

Bagi anda yang ingin mengurangi rasa sakit saat persalinan normal bisa melakukan beberapa tips dibawah ini:

1. Latihan Pernapasan
Saat melahirkan normal, hal yang paling penting dilakukan adalah mengatur nafas dengan baik. Jadi bila ingin proses melahirkan berjalan dengan lancar, segera lakukan latihan pernapasan sesering mungkin. Mulai dari atur pernapasan saat sedang berbaring, atau berdiri dan divariasikan dengan gerakan tangan atau kaki. Lakukan setiap hari agar Ibu siap menjalani persalinan.

2. Perkuat Otot Panggul dan Paha
Persiapan melahirkan normal lainnya adalah memperkuat otot panggul dan paha, dua otot yang digunakan saat bersalin. Caranya bisa dengan berjongkok, lalu gerakkan lutut dan paha perlahan. Hal ini juga bisa membantu posisi bayi berada tepat di jalur jalan lahir. Lakukan di pagi hari selama setiap hari selama 5-10 menit.

3. Latihan Kegel
Latihan kegel atau melatih otot-otot area kewanitaan juga penting dilakukan sebelum melahirkan. Latihan kegel membantu melatih otot agar siap menjalani persalinan, sekaligus juga mencegah wasir dan pembekuan darah atau terjadinya robekan. Latihan kegel membantu Ibu mengontrol otot-otot daerah kewanitaan, apalagi bisa dilakukan dimana saja. Caranya, saat sedang duduk tarik otot area otot kewanitaan, tahan selama beberapa detik lalu lepaskan. Ulangi beberapa kali sehari untuk hasil yang lebih maksimal.

4. Senam Punggung dan Kaki
Tak hanya panggul saja yang perlu diperkuat sebelum melahirkan, tapi juga punggung dan kaki. Saat menjelang persalinan, otot punggung Ibu biasanya akan nyeri karena menahan beban. Lakukan latihan punggung dan panggul, yaitu tempatkan tubuh dalam posisi merangkak, bertumpu pada siku dan lutut. Kemudian tarik otot bokong dan lepaskan. Ulangi 10 kali setiap hari.

Selanjutnya, lakukan latihan untuk memperkuat otot-otot kaki dan paha. Duduk bersila, lalu gerakkan lutut naik turun. Lakukan setiap hari agar semakin siap menuju persalinan. Latihan-latihan ini bisa dilakukan sejak usia kehamilan sudah 30 minggu. Persiapan melahirkan normal perlu dilakukan secara rutin dan teratur agar persalinan lancar tanpa hambatan. Selamat Mencoba ya Bunda!

Hal Yang dilarang Saat Akan Melahirkan Normal

Setelah penantian panjang selama sembilan bulan, seorang ibu yang hamil pun segera melahirkan bayi. Seorang ibu pun mulai mempersiapkan diri secara fisik dan psikis menjelang munculnya tanda-tanda persalinan. Pada saat seperti ini, tentunya bisa menimbulkan perasaan yang khawatir dan seringkali memunculkan stres.

Para ahli menyatakan bahwa ketika seorang wanita akan memasuki tanggal perkiraan kelahiran, setidaknya dia harus mengambil cuti minimal 2 minggu sebelum tanggal tersebut.  Namun, apabila seorang hamil melewati beberapa minggu tanggal perkiraan lahir, sebaiknya hindari segala jenis stres. Sangat penting bagi wanita hamil untuk mendapatkan kepastian tentang persalinan baik melalui sesar atau normal. Yuk, simak uraian berikut!

1. Jangan mendengarkan pengalaman buruk saat persalinan normal orang lain. Hal ini dapat menambah kecemasan dan membuat ibu hamil. Apabila ibu hamil  berada dalam pembicaraan proses persalinan yang buruk, maka sebaiknya ibu hamil menghindari atau memotong cerita orang lain dengan sopan.

2. Mencari penyedia layangan kesehatan yang membantu ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan normal. Disana ibu hamil bisa berkonsultasi mengenai cara menghindari induksi dan beberapa efek pemberian obat nyeri saat persalinan akan berlangsung.

3. Pastikan menjaga kesehatan dan kondisi tubuh menjelang persalinan, sehingga persalinan normal berlangsung secara lancar.

4. Jangan melupakan peranan suami ibu hamil, karena peranan suami dibutuhkan untuk kesiapan secara fisik dan psikologi. Kehadiran suami yang selalu mendampingi, akan mengurangi kecemasan ibu hamil. Namun apabila suami tidak bisa menemani, karena ada tugas diluar kota, maka dukungan dari lingkungan keluarga ibu hamil seperti ibu dan ibu mertua juga diperlukan untuk mengurangi kecemaran menjelang persalinan normal.

5. Tidak mudah berputus asa, meski menerima beberapa masukan atau cerita yang buruk menjelang persalinan normal. Persiapan mental ibu hamil dengan senantiasa melakukan kegiatan kegiatan yang mendukung persalinan normal seperti senam hamil, jalan kaki atau kelas bagi ibu hamil kemudian disertai dengan doa untuk mempersiapkan mental ibu hamil penting untuk dilakukan. Doa ibu hamil juga akan membantu ibu hamil dalam menghadapi persalinan normal.

Perjalanan Saat akan Melahirkan

Melahirkan merupakan momen yang paling ditunggu oleh semua wanita di dunia ini karena dengan menjalani proses tersebut seorang wanita akan menyandang status kebanggaan baru yaitu sebagai seorang ibu. Setelah menjalani proses kehamilan dan mengandung sang buah hati selama 9 bulan dan melahirkan adalah puncak dari segala keadaan tersebut. Bagi para ibu hamil yang sudah masuk dalam bulan melahirkan, sebaiknya segera mempersiapkan diri untuk menyambut buah hati.

Bagaimana Proses Melahirkan Terjadi ??


Nah, pada kesempatan kali ini dalam artikel ini akan dibahas proses melahirkan. Sebenarnya proses melahirkan itu sendiri sampai saat belum bisa dijelaskan dengan pasti namun beberapa peneliti mengasumsikan bahwa ibu yang akan melahirkan di dalam tubuhnya akan terjadi perubahan hormone sehingga mampu melunakan serviks atau leher rahim sehingga bayi dapat keluar dari dalamnya. perubahan hormone ini ditandai dengan adanya kontraksi-kontraksi yang akan dirasakan oleh sang ibu.

Kontraksi ini akan muncul dan akan terus terjadi pada frekuensi waktu tertentu diiringi dengan rasa sakit yang makin lama akan makin terasa sakit hingga waktu melahirkan tiba. Kontraksi ini juga memicu bayi di dalam perut menuju ke bawah sehingga semakin siap untuk keluar dari dalam perut. Pada saat kontraksi terjadi, kepala bayi akan semakin dalam menyentuh bagian leher rahim atau serviks dan kemudian membuatnya semakin tipis dan semakin lebar. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dapa diilustrasikan ketika sedang mencoba mengenakan kaos turtleneck (kaos yang bagian kerahnya berbentuk bulat dan cukup tebal serta cukup sempit). Ketika mencoba mengenakannya mungkin pada awalnya sangat susah namun setelah dipaksakan maka bahan yang cukup tebal ini bisa melar dan akhirnya kepala bisa masuk.

Apa itu Proses Pembukaan Saat Melahirkan ??

Kontraksi yang dirasakan oleh ibu semakin lama akan semakin kuat seiring dengan bertahapnya proses kontraksi. Pada saat tersebutlah juga terjadi proses yang dinamakan pembukaan dimana leher rahim mulai terbuka meskipun memakan waktu yang cukup lama. Namun waktu yang dibutuhkan yang lama ini adalah proses karena kontraksi berjalan cukup lambat. Banyak ibu hamil yang merasakan kontraksi pertama lebih baik menghabiskan waktunya di rumah saja sambil menonton TV atau membaca buku dan masih bisa melakukan aktivitas biasa seperti biasanya dan hal ini juga direkomendasikan oleh dokter supaya ibu juga bisa lebih rileks saat menghadapi persalinan yang semakin dekat. Karena proses pembukaan atau kontraksi pertama ini juga terkadang tidak menimbulkan rasa sakit maka seringkali banyak ibu yang tidak tahu bahwa dirinya sudah mengalami kontraksi.

Hingga menjelang persalinan yang semakin dekat barulah rasa sakit dari kontraksi itu muncul dan mulai menganggu aktivitas. Jika sudah dalam fase ini sebaiknya ibu hamil untuk istirahat atau sudah berada di rumah bersalin supaya lebih siap dan dapat dipantau oleh dokter apakah persalinannya sudah dekat atau masih harus menunggu lagi. Pada wanita yang hamil anak pertama biasanya akan merasakan kontraksi hingga proses persalinan pada rentang waktu 5 hingga 10 jam sedangkan untuk wanita yang sudah pernah melahirkan akan mengalami jangka waktu kontraksi sampai melahirkan dua hingga 8 jam saja. Berikut ini tahapan Bukaan jalan menuju persalinan. Simak Ya!

Tahap Bukaan 1
Bukaan Satu merujuk pada 1 cm lebar jalan lahir yang sudah terbuka. Pada tahap bukaan I, mulut rahim mulai melebar 1 cm. Ibu hamil akan mengalami rasa mulas di perut dan rasa nyeri pinggang, kadang juga diikuti keluarnya sedikit darah dari vagina.

Tahap Bukaan 2
Lebar bukaan di leher rahim mulai bertambah, biasanya Ibu Hamil akan merasakan kram, mirip kram saat awal menstruasi. Bahkan beberapa ibu yang akan melahirkan juga merasakan kembung, mual dan pusing.

Tahap Bukaan 3
Tahap Bukaan Tiga ditandai dengan kontraksi yang dirasakan, semakin sering. Jeda waktu antar kontraksi yang dirasakan adalah 30 menit hingga 1 jam.

Tahap Bukaan 4
Mulut rahim pada Bukaan empat akan semakin tipis, dan biasanya pelindung air ketuban mulai pecah, sehingga air ketuban keluar melalui vagina.

Tahap Bukaan 5
Pada bukaan lima, posisi janin biasanya melintang dari pinggul menuju rongga panggul, sehingga menyebabkan calon ibu mengalami rasa dii bagian pinggang belakang.

Tahap Bukaan 6
Ibu Hamil mengalami kontraksi antara tiga hingga lima menit sekali.

Tahap Bukaan 7
Pada bukaan Ke tujuh, posisi kepala bayi sudah ada di bibir rahim.

Tahap Bukaan 8
Proses Pesalinan Tahap delapan Ibu hamil akan mengalami tekanan di bawah punggung, sebab posisi kepala bayi sudah semakin keluar di bibir rahim.

Tahap Bukaan 9
Pada Bukaan sembilan, kepala bayi sudah mulai kelihatan, di saat tahapan bukaan inilah Ibu mengalami rasa sakit persalinan yang paling tinggi.

Tahap Bukaan 10
Tekanan pada otot panggul memicu Ibu dalam proses persalinan untuk mengejan. Lakukan mengejan sesuai dengan petunjuk tenaga medis yang membantu proses persalinan. Karena apabila anda salah mengejan, sangat berisiko melukai jalan lahir anda. Dan setelah beberapa kali mengejan, buah hati anda telah sempurna dating ke dunia

Tanda Ibu Hamil Akan Melahirkan

Sebelum tiba waktu bersalin, Anda akan mengalami tanda-tanda melahirkan. Melahirkan merupakan proses yang panjang dan melelahkan. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalami tanda-tanda melahirkan yang sama.

Untuk mempersiapkan diri dan bersiaga dalam menghadapi persalinan, Anda bisa memerhatikan munculnya tanda-tanda melahirkan. Biasanya tanda-tanda melahirkan terjadi beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan.

1. Sulit Untuk Tidur
Pada ibu yang menanti kelahiran bayi perlu berhati-hati jika mengalami kesulitan tidur dalam beberapa hari. Bukan tidak mungkin kesulitan tidur adalah sebuah kontraksi yang bersifat halus yang menandakan bahwa ibu akan segera mengalami pecah ketuban secara mendadak.

2. Merasakan Nyeri pada Punggung, Sakit Perut atau Kram Selayaknya Masa Pramenstruasi
Ini merupakan gejala paling umum yang sering dirasakan sebelum melahirkan atau persalinan. Perut ibu hamil terasa mengeras yang disebabkan oleh calon bayi mulai turun ke arah mulut rahim. Selain itu, rasa mules yang dirasakan ibu juga membuat perutnya terasa semakin keras.

3. Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat
Beberapa jam atau pekan sebelum persalinan, bayi akan turun ke tulang panggul Anda. Kondisi ini membuat rahim bersandar lebih sering pada kandung kemih sehingga frekuensi buang air kecil menjadi makin meningkat dibandingkan biasanya.

4. Keluar Lendir Kental Bercampur Darah dari Vagina
Selama hamil, serviks Anda ditutupi oleh lendir yang kental. Namun ketika mendekati persalinan, serviks Anda akan membesar dan membuat jalan lendir itu keluar melalui vagina. Warnanya bisa bening, merah muda, atau sedikit berdarah.

Namun, lendir bercampur darah tidak selalu menjadi tanda awal bahwa Anda akan melahirkan. Lendir ini bisa keluar juga ketika Anda berhubungan seks pada saat sedang hamil atau melakukan pemeriksaan vagina.

5. Merasakan Kontraksi Palsu
Kontraksi ini biasa disebut Braxton Hicks atau terjadi pengencangan perut yang datang dan pergi. Namun pengencangan tidak sekuat kontraksi sungguhan ketika melahirkan. Biasanya kontraksi ini berlangsung 30 hingga 120 detik.

Berbeda dengan kontraksi sungguhan, kontraksi Braxton Hicks dapat hilang ketika Anda berpindah posisi atau relaks. Perbedaan lain kontraksi ini dengan kontraksi sungguhan, yaitu kontraksi Braxton Hicks hanya terasa di daerah perut atau panggul, sementara kontraksi sungguhan biasanya terasa di bagian bawah punggung kemudian berpindah ke bagian depan perut.

6. Perubahan Pada Serviks
Jaringan pada serviks Anda akan melunak atau menjadi elastis. Jika Anda sudah pernah melahirkan, serviks Anda akan lebih mudah membesar sekitar satu atau dua sentimeter sebelum persalinan dimulai. Namun, jika Anda baru pertama kali mengalami masa-masa ini, pembukaan serviks sebesar satu sentimeter tidak bisa menjadi jaminan Anda akan segera melahirkan.

7. Air Ketuban Pecah
Tanda melahirkan paling umum yang diketahui oleh kebanyakan orang adalah pecahnya air ketuban. Kebanyakan wanita lebih dulu merasakan kontraksi sebelum air ketuban pecah, tapi ada juga yang mengawalinya dengan pecahnya ketuban. Ketika hal ini terjadi, biasanya persalinan akan menyusul dengan segera.

Namun bahayanya, jika air ketuban sudah peach, tapi Anda tidak juga mengalami kontraksi, maka bayi Anda akan lebih mudah terserang infeksi. Hal itu dikarenakan cairan yang selalu melindungi bayi dari kuman selama berada di kandungan ini telah habis.

Jika hal ini terjadi, proses induksi akan dilakukan untuk keselamatan bayi Anda. Jika Anda sudah mengalami pecah ketuban, bergegaslah ke rumah sakit. Biasanya persalinan akan terjadi sekitar 24 jam setelah ketuban pecah.

Atasi Sakit Pinggung Saat Hamil

Ketika masa kehamilan tentu akan ada banyak hal baru yang dirasakan oleh calon ibu, terlebih jika baru pertama mengandung. Sakit punggung selama mengandung bukan hal yang mengejutkan terjadi, ketika punggung merasa sakit Anda harus mempertimbangkan cara – cara berikut ini untuk mengatasi sakit punggung selama hamil, mulai dari aktivitas fisik dan sikap postur badan yang tepat dan terapi – terapi sebagai pelengkap yang bisa dilakukan. Jadi ibu tak perlu terlalu khawatir. Penyebabnya bisa dikarenakan beberapa faktor, seperti perkembangan janin yang semakin besar, bertambahnya berat badan, produksi hormon relaxin, perubahan posisi otot dan juga psikologis yang tidak stabil (seperti despresi dan stres). Nah, berikut ini beberapa cara mengatasi sakit pinggang saat hamil. Simak terus ya!

1. Perbanyak konsumsi makanan berkalsium
Cara mengatasi sakit pinggang saat hamil yang pertama yakni dengan memperbanyak konsumsi makanan berkalsium. Sebagaimana dijelaskan dalam medis bahwa kalsium ini merupakan mineral yang berguna dalam menjaga kepadatan tulang dan mencegah gangguan-gangguan pada tulang. Termasuk masalah sakit pinggang. Anda bisa memperoleh sumber kalsium dari konsumsi susu, ikan sarden, kacang almond, tahu, ikan salmon, brokoli, kacang merah, biji wijen dan juga susu kedelai. 

2. Tingkatkan asupan air putih
Salah satu penyebab sakit pinggang yakni kurangnya konsumsi air putih. Umumnya seorang wanita hamil yang jarang minum dan gemar duduk lama berisiko lebih tinggi terserang sakit pinggang. Sebab air memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan otot, sendi dan tulang. Selain itu, seseorang yang kekurangan air putih biasanya urine-nya berwarna lebih kuning dan pekat. Apabila kondisi tersebut terjadi cukup lama bisa memicu infeksi kandung kemih yang berimbas pada sakit pinggang. Oleh sebab itu, ibu hamil sangat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih sekitar 2 liter perharinya. (Baca juga: Manfaat air putih bagi ibu hamil, Akibat kekurangan minum air putih bagi ibu hamil)

3. Lakukan pemijatan
Cara sederhana berikutnya untuk mengatasi sakit pinggang saat hamil yakni dengan melakukan pemijatan. Anda bisa meminta bantuan suami, anak atau keluarga lain untuk memijat bagian belakang tubuh Anda, yaitu di seluruh area punggung dan pinggang. Metode ini bisa membantu menghilangkan rasa kaku di pinggang, merileksasi otot-otot dan menghilangkan rasa nyeri.

4. Olahraga
Banyak orang menyalah artikan bahwa wanita hamil tidak boleh melakukan olahraga. Hal ini tentu tidak benar. Justru dengan berolahraga wanita hamil bisa mengurangi risiko gangguan tulang dan sendi. Bahkan beberapa jenis olahraga ampuh menyembuhkan sakit pinggang. Misalnya saja senam yoga. Gerakan perengangan yang dilakukan saat yoga bisa membantu melancarkan aliran darah menuju pinggang , merileksasi otot-otot tubuh dan meredakan nyeri pinggang. Untuk menjaga keamanan, sebaiknya Anda melakukan senam yoga ini di tempat latihan yoga khusus ibu hamil. Dengan begitu Anda bisa memperoleh arahan yang benar. Olahraga lain seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, dan pilates juga dikenal ampuh mengatasi sakit pinggang.

5. Kompres pinggang
Mengompres tidak hanya berguna untuk menurunkan demam saja. Nyatanya, teknik mengompres ini juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengobati sakit pinggang secara alami. Caranya dengan menggunakan air dingin ataupun air panas. Keduanya sama-sama ampuh. Namun tidak untuk digunakan sekaligus ya. Jadi semisal hari ini Anda mengompres pinggang dengan air dingin (air yang berisi es batu), kira-kira 4-5 hari berikutnya gantian Anda mengompres dengan air hangat. Begitu seterusnya hingga lama-lama rasa nyeri pun akan reda. Ada baiknya jika Anda berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum melakukan teknik ini.

6. Tidur dengan posisi menyamping
Tips selanjutnya untuk cara mengatasi sakit pinggang saat hamil yakni dengan menerapkan posisi tidur yang benar. Menurut ilmu medis, seorang ibu hamil yang menderita sakit pinggang disarankan untuk tidur dengan posisi menyamping. Selain itu, Anda juga bisa meletakkan bantal di bagian lutut dan punggung untuk mengurangi ketegangan sehingga otot-otot pun menjadi lebih rileks. Gunakan bantal yang empuk dan jangan terlalu besar.

7. Menggunakan pakaian khusus hamil
Pemilihan pakaian juga mempengaruhi kondisi otot-otot pada pinggang. Sebaiknya gunakan pakaian kendor (seperti daster) atau pakaian khusus ibu hamil di saat masa-masa mengandung. Sebab penggunaan pakaian ketat dapat menganggu proses pencernaan, menekuk perut dan membuat pinggang terasa lebih sakit. Maka itu, hindari dulu keinginan untuk tampil fashionable selama kehamilan. Utamakan kesehatan Anda dan juga janin dalam kandungan. Gunakan saja pakaian yang menurut Anda nyaman.

8. Menjaga postur tubuh dengan benar
Biasanya wanita hamil yang mengidap sakit pinggang sulit untuk melakukan aktivitas. Salah gerak sedikit saja sudah bisa memicu rasa nyeri. Nah, untuk itu ibu hamil harus benar-benar dapat menjaga postur tubuhnya dengan benar. Hindari membungkuk terlalu lama. Kemudian usahakan untuk duduk dan berjalan dengan posisi tegak. Kemudian jangan berdiam diri terlalu lama (semisal berdiri lama atau duduk berjam-jam), hal ini justru membuat rasa sakit di pinggang kambuh kembali.

9. Hindari sepatu high-heels
Keinginan untuk bergaya fashionable selama kehamilan sebaiknya dipendam dulu ya bu. Jangan sampai Anda melakukan hal-hal yang membahayakan kesehatan hanya demi tampil cantik, misalnya saja mengenakan high heels. Sepatu dengan hak tinggi tidak disarankan digunakan untuk ibu hamil. Sebab bisa meningkatkan risiko terjatuh, memicu rasa tidak nyaman dan meningkatkan gejala sakit pinggang. Agar aman kenakan saja sepatu flat atau sandal datar selama kehamilan. 

10. Terapi chiropractic
Apakah Anda pernah mendengar tentang teknik chiropractic untuk mengatasi sakit pinggang? Teknik ini sebenarnya sudah cukup lama ditemukan oleh ahli medis, yakni semenjak tahun 1895. Biasanya teknik ini digunakan untuk mengatasi masalah-masalah pada tulang belakang, otot dan juga sistem saraf. Nah, Anda juga bisa memanfaatkan terapi ini untuk mengobati gangguan pinggang secara alami tanpa obat. Namun pastikan Anda melakukannya dengan seorang profesional ya! Apabila chiropractic dilakukan secara asal-asalan makan berisiko menyebabkan robeknya pembuluh darah dan gangguan saraf lainnya, bahkan memicu kematian. Oleh sebab itu, berkonsultasilah dengan dokter kandungan terlebih dahulu.

11. Teknik akupuntur
Selain terapi chiropractic, alternatif lain untuk mengatasi sakit pinggang yakni dengan melakukan teknik akupuntur. Tentunya Anda tidak bisa menerapkan teknik ini sendirian. Anda harus melakukannya di tempat medis yang terpercaya dengan seorang ahli profesional. Namun demikian, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memilih akupuntur.

12. Berobat pada dokter
Cara terakhir yang bisa dicoba apabila metode-metode diatas tidak membuahkan hasil, maka cobalah mengonsumsi obat. Eits, tapi jangan sembarangan membeli obat ya! Apalagi sampai membeli obat di warung tanpa resep dokter. Hal ini justru membahayakan kesehatan janin Anda. Cara terbaik adalah dengan berkonsultasi dengan dokter  sehingga nantinya Anda akan diresepkan obat yang tepat untuk mengatasi sakit pinggang, misalnya saja Acetaminophen. (Baca juga: Obat pusing untuk ibu menyusui–Obat demam untuk ibu menyusui) Demikianlah beberapa cara mengatasi sakit pinggang saat hamil. Satu hal yang terpenting yakni perbanyaklah konsumsi makanan bergizi dan berkonsultasilah dengan dokter. Semoga bermanfaat.



Atasi Gatal Diperut Saat HAmil

Akibat ketidakstabilan hormon yang terjadi pada saat hamil, mulai dari siklus darah dan oksigen yang tidak menentu, ternyata hal tersebut dapat membuat ibu hamil terganggu oleh beberapa hal yang dilakukan secara tidak sadar, seperti menggaruk perut yang diakibatkan meregangnya urat otot pada perut dan sekitarnya.

Memiliki kebiasaan tersebut sangat mengganggu dan bukan menjadi solusi yang tepat untuk menyamankan kondisi saat hamil, bahkan cara tersebut dapat mengakibatkan resiko yang fatal dan berbahaya, karena bayi dalam rahim terus berkembang dan otomatis dalam bertambahnya waktu perut Anda semakin besar dengan meregang cepat.

Gatal pada perut atau bagian lainnya saat hamil dapat membuat Anda merasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya, Anda tidak bisa sembarangan karena bisa saja gatal Anda malah menjadi lebih buruk. Berikut ini merupakan cara-cara untuk mengatasi gatal saat hamil:

1. Jangan digaruk
Saat Anda merasa gatal, pasti dengan spontan Anda akan menggaruknya. Namun, menggaruk ternyata bukan hal yang baik untuk mengatasi gatal. Menggaruk hanya akan membuat kulit Anda menjadi iritasi.

2. Oleskan pelembab pada kulit Anda
Gatal bisa disebabkan oleh kulit Anda yang terlalu kering dan tidak lembab. Oleh karena itu, Anda perlu memakaikan pelembab pada kulit Anda untuk mengatasi gatal. Sensasi dingin yang dirasakan Anda setelah memakai pelembab juga dapat membuat Anda lebih nyaman. Anda bisa mengoleskan pelembab pada kulit Anda sesering mungkin selama kandungan bahannya aman untuk kehamilan. Hindari produk yang mengandung urea, minyak esensial, asam salisilat, atau retinoid.

3. Oleskan krim antigatal
Jika mengoleskan pelembab belum mampu mengatasi gatal Anda, Anda bisa pakai cara lain. Anda bisa mengoleskan krim antigatal pada daerah yang Anda rasa gatal. Bedak dingin yang juga mempunyai kandungan antigatal mungkin juga bisa Anda pakai untuk mengatasi gatal.

4. Hindari mandi air hangat
Mandi air hangat mungkin dapat membuat tubuh Anda lebih segar dan berenergi. Namun, cara ini kurang bisa mengatasi gatal Anda. Mandi air hangat justru dapat membuat kulit Anda menjadi lebih kering, sehingga Anda akan lebih mudah untuk gatal.

5. Hindari keluar rumah saat cuaca sedang panas
Panas dari sinar matahari dapat membuat kulit Anda menjadi lebih kering, sehingga Anda lebih mudah gatal. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari keluar rumah saat cuaca sedang panas. Sinar ultraviolet dari matahari juga dapat memicu ruam pada kulit yang kering.

6. Taruh kompres dingin pada area yang gatal
Mengompres daerah yang gatal dengan air dingin dapat membantu Anda mengatasi rasa gatal. Sensasi dingin yang Anda rasakan juga dapat membuat Anda lebih nyaman.

7. Pakai pakaian yang kering, bersih, dan longgar
Pakaian yang Anda pakai tentu bergesekan dengan kulit Anda dan ini bisa menjadi penyebab Anda gatal. Oleh karena itu, sebaiknya pilih pakaian yang bersih dan kering, serta yang nyaman Anda pakai. Pakaian yang longgar dan ringan mungkin membuat Anda nyaman saat memakainya.



Pemulihan Pasca Melahirkan

Melahirkan adalah proses fisiologis normal, tapi selama beberapa hari dan minggu setelah kelahiran bayi, tubuh Anda memerlukan waktu untuk ...